TIUCPNS

Materi TIU CPNS: Analitis

Latih penalaran urutan, posisi, penjadwalan, dan pengelompokan dengan tabel syarat yang sederhana.

Apa yang diuji?

Penalaran analitis meminta kita menyusun beberapa informasi menjadi keadaan yang konsisten. Soalnya dapat berbentuk urutan presentasi, posisi duduk, pembagian tugas, atau jadwal. Kunci keberhasilannya adalah mencatat semua syarat, bukan menghafal cerita.

Pisahkan syarat tetap dari kemungkinan. Kalimat A sebelum B tidak berarti A tepat sebelum B. Kalimat A bersebelahan dengan B juga tidak menentukan siapa yang di kiri kecuali dinyatakan.

Mengubah cerita menjadi catatan

Kalimat soal Catatan
A sebelum B A < B
C tepat setelah D Blok D-C
E tidak di posisi pertama Posisi E bukan 1
F hanya pada hari Selasa F = Selasa

Untuk urutan gunakan kotak bernomor. Untuk kelompok gunakan tabel anggota dan kapasitas. Untuk duduk melingkar, tentukan arah pandang sebelum memakai kiri dan kanan; jangan menyamakan sudut pandang peserta dengan pembaca.

Langkah penyelesaian

  1. Tentukan jumlah orang, tempat, dan slot yang tersedia.
  2. Letakkan informasi yang posisinya pasti.
  3. Gabungkan pasangan yang harus berurutan menjadi satu blok.
  4. Buat sedikit cabang hanya saat diperlukan.
  5. Periksa semua syarat pada susunan akhir.
  6. Baca apakah soal menanyakan pasti benar, mungkin benar, atau tidak mungkin.

Contoh urutan

Empat orang A, B, C, dan D presentasi sekali masing-masing. A sebelum C. B tepat setelah A. D terakhir. Tentukan urutannya.

D menempati posisi 4. A-B menjadi blok. Jika blok berada di posisi 2-3, C hanya dapat mengisi posisi 1 karena posisi 4 sudah D. Ini melanggar syarat A sebelum C. Jadi blok harus di posisi 1-2. C berada di posisi 3. Urutan akhirnya A-B-C-D.

Contoh pengelompokan

Empat pegawai P, Q, R, dan S dibagi ke tim X dan Y, masing-masing dua orang. P tidak satu tim dengan Q. R harus satu tim dengan P. Jika P masuk X, maka R juga X; Q dan S masuk Y. Semua kapasitas terpenuhi.

Jika tidak ada syarat P masuk X, susunan X berisi Q-S dan Y berisi P-R juga mungkin. Artinya pasangan P-R pasti bersama, tetapi nama timnya belum pasti. Ini membedakan hubungan tetap dan posisi yang masih dapat berubah.

Mungkin, pasti, dan tidak mungkin

  • Mungkin benar: ada sedikitnya satu susunan sah yang memenuhi pernyataan.
  • Pasti benar: pernyataan berlaku pada setiap susunan sah.
  • Tidak mungkin: tidak ada susunan sah yang memenuhi pernyataan.

Untuk membantah klaim pasti benar, carilah satu susunan sah yang membuatnya salah. Susunan yang melanggar aturan awal tidak dapat dipakai sebagai contoh penyangkal. Jika tidak ada susunan sah sama sekali, periksa kembali apakah ada syarat yang salah dibaca atau saling bertentangan.

Menghitung posisi dan anggota

Ada dua orang di antara B dan E berarti selisih posisi keduanya tiga, bukan dua. Jika B lebih depan dan E di posisi 5, B berada di posisi 2. Sebaliknya, dari lantai 1 ke lantai 4 ada tiga perpindahan antarlantai; jangan menghitung kedua lantai ujung sebagai perpindahan.

Saat memilih tim, perhatikan apakah urutan anggota dihitung. Tim P-Q-T sama dengan tim T-P-Q jika urutan nama tidak diperhitungkan. Periksa pula kapasitas tim: syarat P disertai Q dapat membuat pilihan lain tidak muat, meskipun setiap pasangan tampak diperbolehkan.

Menelusuri rute satu arah

Misalkan jalur yang tersedia hanya A ke B, A ke C, B ke D, C ke D, C ke E, dan D ke E.

Diagram jalur satu arah A ke B dan C, B ke D, C ke D dan E, serta D ke E.

Mulai dari A, buat cabang sesuai panah keluar. Cabang melalui B memberi A-B-D-E. Cabang melalui C memberi A-C-D-E dan A-C-E. Ada tiga rute, bukan tiga ruas jalan. Setiap rute adalah rangkaian lengkap dari titik awal sampai tujuan.

Jangan menambahkan jalur A ke E hanya karena kedua titik ada pada gambar. Jika D ditutup beserta semua jalur masuk dan keluarnya, hapus jalur B-D, C-D, dan D-E. Rute yang masih dapat dipakai hanya A-C-E. Panjang garis dalam diagram tidak menyatakan jarak atau waktu.

Mengurutkan tugas yang saling bergantung

Misalkan P harus selesai sebelum R, Q sebelum R dan S, R dan S sebelum T, serta T sebelum U. U pasti terakhir karena semua tugas lain mendahuluinya melalui rantai syarat. Namun, urutan P terhadap S belum pasti.

Dua contoh sah adalah P-Q-R-S-T-U dan Q-S-P-R-T-U. Pada contoh pertama P mendahului S; pada contoh kedua S mendahului P. Keduanya tetap memenuhi semua prasyarat. Kata sebelum tidak berarti tepat sebelum, sehingga tugas lain boleh berada di antaranya.

Kesalahan umum

Jangan berhenti pada susunan pertama untuk pertanyaan pasti benar. Satu susunan hanya membuktikan mungkin benar. Sebaliknya, satu susunan yang melanggar kesimpulan cukup untuk menunjukkan bahwa kesimpulan tersebut tidak pasti.

Cek pemahaman

A sebelum B dan B sebelum C. Apakah A harus tepat sebelum B? Tidak. Yang pasti hanyalah A lebih awal daripada B dan C. Peserta lain dapat berada di antaranya jika slot memungkinkan.

Lanjut ke latihan

Kerjakan 30 soal Analitis dan pelajari pembahasannya. Coba menjawab sendiri, lalu gunakan pembahasan untuk meninjau konsep yang masih perlu dipelajari.

Materi sebelumnya: Silogisme

Materi berikutnya: Berhitung

Rujukan dan catatan

Penjelasan BKN tentang cakupan TIU (arsip 2021; digunakan untuk gambaran kemampuan, bukan ketentuan seleksi tahun berjalan).

Materi dan contoh disusun untuk belajar mandiri oleh tim JawabSoalOnline.com. Bukan soal resmi, bocoran, atau jaminan kelulusan. Jadwal, ambang batas, dan ketentuan seleksi harus diperiksa pada pengumuman resmi yang berlaku.

Latihan pemahaman

Jawab soal di halaman khusus latihan, lalu lihat hasil dan pembahasannya.

Jawab 10 Soal