Materi TIU CPNS: Perbandingan Kuantitatif
Bandingkan dua kuantitas melalui penyederhanaan, penyamaan satuan, pecahan, dan pemeriksaan kecukupan informasi.
Membaca perbandingan kuantitatif
Perbandingan kuantitatif meminta kita menentukan hubungan dua besaran, misalnya P lebih besar daripada Q, P lebih kecil, sama, atau hubungannya belum dapat ditentukan. Baca petunjuk pilihan pada soal karena urutan label jawabannya dapat berbeda.
Tidak semua pertanyaan membutuhkan nilai tepat. Sering kali cukup mengetahui tanda positif-negatif, ukuran pecahan, atau batas sebuah nilai. Namun jalan pintas harus berlaku untuk seluruh keadaan yang diizinkan soal.
Langkah dasar
- Samakan satuan sebelum membandingkan.
- Sederhanakan bentuk yang memiliki faktor sama.
- Periksa apakah variabel memiliki batas, misalnya positif atau tidak nol.
- Hitung tepat jika penyederhanaan belum menentukan hubungan.
- Jika informasi kurang, cari dua contoh sah yang menghasilkan hubungan berbeda.
Contoh pecahan
P = 7/12 dan Q = 5/8. Penyebutnya positif sehingga kita dapat membandingkan hasil kali silang: 7 x 8 = 56 dan 5 x 12 = 60. Karena 56 < 60, maka P < Q. Cara penyebut sama menghasilkan 14/24 < 15/24.
Perkalian silang perlu hati-hati jika penyebut berupa variabel yang tandanya belum diketahui. Mengalikan pertidaksamaan dengan bilangan negatif membalik tanda hubungan.
Contoh persen
P = 35% dari 240 dan Q = 40% dari 200. P = 84 dan Q = 80, sehingga P > Q. Persen yang lebih besar tidak otomatis menghasilkan jumlah lebih besar karena nilai dasarnya berbeda.
Contoh satuan
P = 1,5 jam dan Q = 100 menit. P = 90 menit, sehingga P < Q. Jangan membandingkan angka 1,5 dan 100 sebelum satuannya sama.
Contoh informasi belum cukup
P = x kuadrat dan Q = x, dengan x bilangan real tanpa syarat tambahan. Untuk x = 2, P > Q. Untuk x = 1/2, P < Q. Untuk x = 1, P = Q. Jadi hubungan tidak dapat ditentukan secara tunggal.
Jika soal menyatakan x > 1, barulah x kuadrat > x karena x(x - 1) positif. Satu kata syarat dapat mengubah jawaban.
Kesalahan umum
Jangan memilih angka contoh yang melanggar syarat. Jika x bilangan bulat positif, contoh x = 1/2 tidak sah. Perhatikan pula bahwa kuadrat bilangan negatif bernilai positif, sedangkan pangkat tiga mempertahankan tanda negatif.
Cek pemahaman
P = 2/3 dari 90 dan Q = 3/5 dari 100. Keduanya 60, sehingga P = Q. Pemeriksaan bentuk tepat menghindari kekeliruan akibat pembulatan desimal.
Lanjut ke latihan
Kerjakan 30 soal Perbandingan Kuantitatif dan pelajari pembahasannya. Coba menjawab sendiri, lalu gunakan pembahasan untuk meninjau konsep yang masih perlu dipelajari.
Materi sebelumnya: Deret Angka
Materi berikutnya: Soal Cerita
Rujukan dan catatan
Penjelasan BKN tentang cakupan TIU (arsip 2021; digunakan untuk gambaran kemampuan, bukan ketentuan seleksi tahun berjalan).
Materi dan contoh disusun untuk belajar mandiri oleh tim JawabSoalOnline.com. Bukan soal resmi, bocoran, atau jaminan kelulusan. Jadwal, ambang batas, dan ketentuan seleksi harus diperiksa pada pengumuman resmi yang berlaku.
Jawab soal di halaman khusus latihan, lalu lihat hasil dan pembahasannya.
Jawab 10 Soal