Mengukur dan Membandingkan Sudut - Matematika Kelas 5 SD
Pelajari cara menempatkan busur derajat, memilih skala nol yang benar, dan membandingkan hasil pengukuran sudut.
Tujuan belajar
Kamu akan menggunakan busur derajat untuk membaca besar sudut sampai 180°, memilih skala yang sesuai dengan kaki awal, serta membandingkan dan mengurutkan beberapa sudut berdasarkan hasil pengukuran.
Mengenal busur derajat
Busur derajat setengah lingkaran memiliki tanda pusat di tengah garis lurusnya. Angka-angkanya menyatakan besar sudut dari 0° sampai 180°. Banyak busur mempunyai dua skala dengan arah berlawanan. Pada posisi yang sama dapat terlihat pasangan angka seperti 35 dan 145. Hanya salah satu yang sesuai dengan arah kaki awal sudut yang diukur.
Tiga langkah penempatan
Pertama, letakkan tanda pusat busur tepat pada titik sudut. Kedua, sejajarkan garis dasar busur dengan salah satu kaki sudut. Ketiga, pilih skala yang menunjukkan 0° pada kaki awal itu, lalu baca angka yang dilalui kaki lainnya. Jika kaki terlalu pendek, perpanjang garisnya dengan penggaris tanpa mengubah arah.
Jangan menempatkan ujung kiri atau ujung kanan busur pada titik sudut. Kedua ujung itu bukan pusat alat. Jangan pula menggeser busur setelah pusat dan garis dasarnya tepat. Periksa posisi sebelum mengambil angka agar hasilnya tidak berubah karena salah penempatan.
Membaca dari sisi kanan

Pada gambar, OA adalah kaki awal yang mengarah ke kanan. Pilih deretan angka yang bernilai nol di kanan. Ikuti angka dari 0 menuju kaki OB. Kaki OB melalui 35°, sehingga besar ∠AOB 35°, bukan 145°. Hasil ini cocok dengan pengamatan bahwa bukaannya lancip.
Di diagram, garis kecil berselisih 5°. Pada busur derajat lain, garis kecil dapat bernilai 1°; selalu periksa alat yang dipakai. Nilai tengah antara tanda 30° dan 40° pada diagram ini adalah 35°, bukan 31° atau 39°.
Membaca dari sisi kiri

Sekarang OA mengarah ke kiri. Gunakan skala yang nolnya berada di kiri, lalu baca dari kiri menuju OB. Besar sudutnya 60°. Angka 120 pada deretan lain dimulai dari sisi yang berlawanan dan tidak sesuai untuk kaki awal ini.
Menebak bahwa semua angka kecil harus dipilih juga keliru. Sudut yang benar-benar tumpul harus menghasilkan angka lebih dari 90°. Misalnya bila kaki awal ke kanan dan kaki kedua melewati tanda 120 pada skala dari kanan, hasilnya 120°, bukan 60°.
Membandingkan hasil ukur
Urutkan nilai derajat seperti mengurutkan bilangan. Untuk sudut 45°, 110°, dan 90°, urutan terkecil adalah 45°, 90°, lalu 110°. Selisih sudut terbesar dan terkecil adalah 110° dikurangi 45°, yaitu 65°. Membandingkan angka lebih dapat dipercaya daripada membandingkan panjang garis pada gambar.
Memeriksa kewajaran
Sebelum mengukur, perkirakan apakah sudut lancip, siku-siku, atau tumpul. Setelah membaca skala, cocokkan hasilnya dengan perkiraan. Jika bukaan jelas lebih kecil dari siku-siku tetapi hasil bacaan 150°, periksa kembali skala nolnya. Perkiraan membantu menemukan kesalahan; angka tepat tetap diperoleh dari alat.
Cek pemahaman
- Di manakah pusat busur harus ditempatkan?
- Kaki awal mengarah ke kiri. Dari sisi mana skala nol dipilih?
- Berapa selisih sudut 135° dan 75°?
Pembahasan
- Tepat pada titik sudut, bukan pada ujung busur.
- Pilih skala yang bernilai nol di kiri.
- Selisihnya 135° − 75° = 60°.
Ringkasan
Pusat di titik sudut, garis dasar sejajar kaki awal, dan bacaan dimulai dari nol pada kaki itu. Periksa jarak antar tanda skala dan kewajaran jenis sudut sebelum menuliskan hasil dalam derajat.
Jawab soal di halaman khusus latihan, lalu lihat hasil dan pembahasannya.
Jawab 10 Soal